Selasa, 08 April 2014

Jenis dan Fungsi CHART

Jenis Dan Fungsi CHART

Chart : Berfungsi untunk menyisipkan atau menampilkan chart wizard untuk pembuatan Graphic di document anda. Ada berbagai macam chart yaitu Column, Line, Pie, Bar, Area, X Y (Scatter), Stock, Surface, Doughnut, Bubble dan juga Radar.


1. Column charts (Grafik Kolom)
Grafik Kolom sangat berguna untuk menunjukkan perubahan data dalam periode waktu tertentu atau menggambarkan perbandingan antar beberapa item.


2. Line charts (Grafik Garis)
Grafik garis dapat menunjukkan data secara terus menerus atau berkelanjutan selama periode waktu tertentu. Grafik ini sangat ideal untuk menampilkan tren data pada interval/rentang waktu yang sama.


3. Pie charts (Grafik lingkaran)
Grafik lingkaran menunjukkan ukuran dari suatu item dalam suatu rangkaian data, secara proporsional terhadap jumlah dari keseluruhan item. Poin atau nilai dari item-item tersebut ditunjukkan dalam bentuk presentase dari keseluruhan data (dalam bentuk satu lingkaran).


4. Bar charts (Grafik batang) 
Grafik batang menggambarkan perbandingan antar beberapa item.


5. Area charts (Grafik bidang) 
Grafik bidang menekankan besarnya perubahan dari waktu ke waktu.


6. XY (scatter) charts (Grafik penyebaran)
Grafik penyebaran menunjukkan hubungan antara nilai numerik pada beberapa rangkaian data.


7. Stock charts (Grafik stok)
Seperti namanya, grafik stok banyak digunakan untuk menggambarkan fluktuasi harga stok. Namun grafik ini juga dapat digunakan untuk data ilmiah. Sebagai contoh, kita dapat menggunakannya untuk menunjukkan fluktuasi suhu harian.


8. Surface charts (Grafik permukaan)
Grafik permukaan sangat berguna ketika kita ingin mencari kombinasi yang optimal dari 2 rangkaian data. Seperti dalam peta topografi, warna dan pola menunjukkan daerah yang berada dalam kisaran nilai yang sama.


9. Doughnut charts (Grafik donat)
Seperti grafik lingkaran, grafik donat menunjukkan hubungan dari suatu bagian dengan keseluruhan data, tetapi dapat berisi lebih dari satu rangkaian data.


10. Bubble charts (Grafik gelembung)
Data diatur dalam kolom sehingga nilai-nilai x (horizontal) tercantum pada kolom pertama (kiri) dan nilai-nilai y (vertical) yang sesuai dan nilai-nilai ukuran gelembung tercantum dalam kolom yang berdekatan, dapat diplot dalam grafik gelembung.


11. Radar charts (Grafik radar)
Grafik radar membandingkan nilai keseluruhan dari sejumlah rangkaian data.

Rumus Summary Perbandingan

RUMUS SUMMARY PERBANDINGAN

Rumus Perbandingan IF

Fungsi IF adalah fungsi yang paling sering digunakan pada Microsoft Excel. Fungsi ini jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia artinya “Jika”. Dan penggunaannya memang untuk logika, misalnya jika nilai di di atas 70, maka lulus, jika tidak maka tidak lulus. Nah logika di atas dapat menggambarkan bagaimana fungsi IF berjalan.
Tutorial belajar menggunakan rumus perbandingan di ms excel. Untuk membuat rumus perbandingan di ms excel kita menggunakan rumus IF. Nah kali ini saya akan menjelaskan bagaimana cara mudah untuk menggunakan fungsi rumus IF di Ms Excel. Misalnya kita akan melakukan 2 perbandingan, coba simak pernyataan dibawah ini dan akan kita gunakan sebagai perbandingan.
"Jika Nilai rata-rata murid lebih besar dari 70 dinyatakan lulus dan jika dibawah nilai 70 akan dinyatakan tidak lulus."
Dari pernyataan diatas, kita akan mendapat DUA perbandingan yaitu perbandingan jika nilai diatas 70 dan nilai dibawah 70. Nah cara mudah menggunakan rumus IF adalah jika terdapat 2 perbandingan maka kita hanya menggunakan satu fungsi IF, jika 3 perbandingan kita menggunakan dua fungsi IF dan jika 4 perbandingan kita menggunakan 3 fungsi IF, begitu seterusnya. Sebenarnya jika terdapat dua perbandingan kita dapat menggunakan rumus IF dua kali namun sangat tidak efektif dan penulisan rumus yang terlalu panjang.
Untuk lebih jelasnya kita akan membuat contoh 2, 3 dan 4 perbandingan.
1.  Dua perbandingan
Pernyataan : Jika nilai rata-rata murid lebih besar dari 70 maka dinyatakan lulus dan dibawah 70 maka dinyatakan tidak lulus
 
Rumus yang digunakan pada kolom KET adalah : 

=IF(B2>=70,”LULUS”,”TIDAK LULUS”)

Cara membaca rumusnya adalah (IF) Jika nilai pada kolom B2(>) lebih besar atau (=) sama dengan 70 maka dinyatakan lulus(“LULUS”) namun jika nilainya dibawah 70 maka dinyatakan tidak lulus(“TIDAK LULUS”). Lihat penggunaan fungsi IF diatas, karena kita hanya melakukan 2 perbandingan saja maka fungsi IF yang digunakan hanya satu.
Info : Untuk membandingkan dua buah pernyataan yang harus terpenuhi dapat menggunakan Fungsi Rumus Perbandingan And
2. Tiga Perbandingan

Pernyataan : jika murid kelas A jurusan IPA, murid kelas B jurusan IPS dan murid kelas C jurusan Bahasa

 
Rumus yang digunakan pada kolom KET adalah : 

=IF(B2=”A”,”IPA”,IF(B2=”B”,”IPS”,”BAHASA”))

Cara membaca rumus adalah (IF)Jika kolom B2 adalah A, maka KET adalah IPA, dan (IF) jika kolom B2 adalah B maka KET adalah IPS dan jika kolom B2 bukan A dan B maka KET Bahasa. Karena terdapat tiga perbandingan maka kita menggunakan fungsi rumus IF dua kali.
3. Empat Perbandingan
Pernyataan : jika murid kelas A jurusan Mesin, murid kelas B jurusan Elektro, murid kelas C jurusan Gambar dan murid kelas D jurusan Bangunan
 
Rumus yang digunakan pada kolom KET adalah : 

=IF(B2="A","MESIN",IF(B2="B","ELEKTRO",IF(B2="C","GAMBAR","BANGUNAN")))

Cara membaca rumus adalah (IF)Jika kolom B2 adalah A, maka KET adalah MESIN, (IF) jika kolom B2 adalah B maka KET adalah ELEKTRO, (IF) jika kolom B2 adalah C maka KET adalah GAMBAR dan jika kolom B2 bukan A,B dan C maka KET Bangunan. Karena terdapat empat perbandingan maka kita menggunakan fungsi rumus IF tiga kali.
Contoh diatas kita telah membuat tiga contoh perbandingan dan menyelesaikannya dengan menggunakan fungsi IF. Sebenarnya bagaimana cara menggunakan rumus fungsi IF tersebut. Coba sekali lagi perhatikan rumus dibawah ini :


Ketika kita akan menulis fungsi rumus IF maka akan muncul keterangan pembantu seperti gambar diatas. Logical_test merupakan kata atau kolom yang akan dilakukan perbandingan, value_if_true merupakan pernyataan jika perbandingan pada logical_test benar dan value_if_false adalah pernyataan jika perbandingan pada logical_test bernilai salah.

Jenis Dan Fungsi Rumus Summary

JENIS Dan Fungsi Rumus Summary

 Jenis Dan Fungsi Rumus Summary Statistik
1. FUNGSI SUM

       Fungsi SUM digunakan untuk menjumlahkan, mengkalikan, membagi, dan mengurangkan data pada cell satu dengan cell lain. Bisa juga digunakan untuk menghitung nilai total data dalam suatu range. Bentuk umum penulisan fungsi ini adalah :

=SUM(C1+C2)
=SUM(D1-D2)
=SUM(F*F2)
=SUM(Q1/Q2)
=SUM(W1:W2)



2. FUNGSI AVERAGE

      Fungsi ini digunakan untuk mencari nilai rata-rata dari sekumpulan data (range).

=AVERAGE(cell1:cell2)

3. FUNGSI MAX

     Fungsi ini digunakan untuk mencari nilai tertinggi dari sekumpulan data (range).

=MAX(cell1:cell2)

4. FUNGSI MIN

     Sama halnya dengan fungsi max, bedanya fungsi min digunakan untuk mencari nilai terendah dari sekumpulan data numerik.

=MIN(cell1:cell2)

5. FUNGSI COUNT

     Fungsi ini digunakan untuk mencari jumlah data dari sekumpulan data (range). Bentuk umum penulisannya adalah=COUNT(number1,number2,…), dimana number1, number2, dan seterusnya adalah range data (numerik) yang akan dicari jumlah datanya.

=COUNT(cell1:cell2)